Pengertian dan Asal-Usul Kata Sejarah Lengkap

Pengertian dan Asal-Usul Kata Sejarah Lengkap

Asal-Usul Kata Sejarah

ahlisosial.my.id - Untuk mengawali pelajaran sejarah, kita harus mengetahui pengertian sejarah baik secara etimologi (secara bahasa) dan pengertian sejarah secara terminologi (secara istilah). Dua macam pengertian sejarah tersebut harus kita pelajari dan kita pahami agar nantinya ketika mempelajari sejarah secara mendalam akan lebih mudah. Selain itu, kita akan menjadi fokus dalam mempelajarinya.

Pengertian sejarah secara bahasa (etimologi) merupakan pengertian yang diambil dari suatu kata yang kemudian diartikan dan dimaknai secara umum. Asal-usul kata sejarah juga dapat diartikan sebagai pengertian sejarah secara bahasa. Karena kata "sejarah" merupakan serapan dari bahasa Arab. Selain itu, untuk menambah pengetahuan yang lebih lengkap kita juga harus mengetahui arti sejarah dalam bahasa asing lainnya.

Dalam kehidupan manusia, setiap manusia memiliki sejarahnya masing-masing yang berarti bagi hidup dan kehidupannya. Ismaun seorang sejarawan menyatakan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari sejarah. Sejarah tanpa manusia adalah khayal. Manusia dan sejarah merupakan dwitunggal. Manusia merupakan objek dan subjek sejarah. Sejarah menceritakan tentang riwayat atau kisah manusia. Riwayat atau kisah manusia menceritakan manusia. Kisah itu dialami, dibaca, disimak, diteliti, dan dikaji manusia.

Pengertian dan Asal Usul Kata Sejarah

Pengertian sejarah selain secara bahasa juga terdapat pengertian sejarah secara etimologi. Pengertian inilah yang nantinya akan membatasi pelajaran sejarah itu sendiri agar menjadi fokus. Maka dari itu, asal-usul kata sejarah dan pengertian sejarah sangat penting kita pelajari.

A. Asal-Usul Kata Sejarah

Secara etimologi, kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajarah (syajaratun) artinya pohon (Dwi A. Listiayani (2009; 2). Di Indonesia sejarah dapat berarti silsilah, asal-usul, riwayat, dan jika dibuat skema menyerupai pohon lengkap dengan cabang, ranting, dan daun. Di dalam kata sejarah tersimpan makna pertumbuhan atau silsilah.

Sumber lain menyebutkan bahwa, Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu Syajaratun, yang berarti pohon kayu (Tarunasena, 2009; 2). Pohon dalam pengertian ini merupakan suatu simbol, yaitu simbol kehidupan. Di dalam pohon terdapat bagian-bagian seperti batang, ranting, daun, akar, dan buah. Bagian-bagian dari pohon itu memiliki hubungan yang saling terkait dan membentuk pohon tersebut menjadi hidup. Ada dinamika yang bersifat aktif, tidak pasif. Dinamika ini terus-menerus terjadi beriringan dengan waktu dan ruang di mana kehidupan itu ada. Dengan adanya lambang pohon itu, dapat menunjukkan adanya suatu pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam buku Sejarah karya Hendrayana (2009; 2-3) juga menyebutkan; Kata “sejarah” berasal dari bahasa Arab yaitu syajaratun, yang berarti “pohon”. Pohon di sini melukiskan pertumbuhan yang terus menerus dari tanah (bumi) ke udara, dengan berbagai macam organnya, yaitu akar, batang, cabang, daun, bunga (kembang), serta buahnya. Bagian dari pohon menunjukkan adanya aspek-aspek kehidupan yang satu sama lain saling berhubungan. Jika dikaitkan dengan sejarah dapat disimpulkan bahwa manusia itu hidup, terus bergerak dan tumbuh seiring perjalanan waktu dan tempat manusia berada. Lebih luas dari itu, sejarah memang harus dinamis, harus tumbuh dan hidup, berkembang dan bergerak terus serta akan berjalan terus tiada henti sepanjang masa dan memiliki dinamika yang menarik dari kehidupan manusia.

Jika dikaitkan dengan sejarah dapat disimpulkan bahwa manusia itu hidup, terus bergerak dan tumbuh seiring perjalanan waktu dan tempat manusia berada. Lebih luas dari itu, sejarah memang harus dinamis, harus tumbuh dan hidup, berkembang dan bergerak terus serta akan berjalan terus tiada henti sepanjang masa dan memiliki dinamika yang menarik dari kehidupan manusia.

Selain istilah syajaratun yang berasal dari bahasa Arab, terdapat kata-kata Arab lainnya yang memiliki arti hampir sama dengan kata syajaratun, seperti silsilah, riwayat atau hikayat, kisah, dan tarikh (Tarunasena, 2009; 3).

1. Silsilah

Silsilah menunjuk pada keluarga dan nenek moyang. Pada kerajaan-kerajaan masa lampau sering dibuat silsilah keluarga raja mulai dari siapa pendiri raja itu sampai pada raja yang sedang berkuasa. Misalnya, silsilah raja-raja Mataram, seperti pada gambar berikut ini:

2. Riwayat atau Hikayat

Riwayat atau hikayat dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, baik perorangan maupun keluarga. Riwayat dapat berarti laporan atau cerita tentang kejadian. Hikayat yaitu cerita tentang kehidupan yang menjadikan manusia sebagai objeknya atau disebut dengan biografi. Kata biografi berasal dari kata bios yang artinya hidup dan gravein yang artinya menulis. Jika seseorang menulis sendiri tentang riwayat hidupnya disebut autobiografi.

3. Tarikh

Kata Arab lainnya yang sama dengan syajaratun yaitu Tarikh. Tarikh dalam bahasa Arab secara umum menunjuk ke masa lampau, juga lebih mengandung arti cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi pada masa yang lampau. Tarikh menunjukkan tradisi dalam sejarah Islam seperti tarikh nabi, tarikh Islam, dan sebagainya.

4. Kisah

Dalam bahasa Arab kata "kisah" yang umumnya menunjuk ke masa lampau, justru lebih mengandung cerita yang benar-benar terjadi pada masa lampau, yakni sejarah (Dwi A. Listiyan, 2009; 2). Di dalam bahasa-bahasa nusantara ada beberapa kata yang kurang lebih mengandung arti sejarah ialah "babad", yang berasal dari bahasa Jawa "tambo", bahasa Minangkabau "tutui teteek", bahasa Roti "pustaka" atau "cerita". Barangkali kata babad ada hubungannya dengan kata "babad" bahasa Jawa dalam arti "memangkas". Hasil pembabadan ialah suasana terang, dengan demikian babad dalam arti sejarah bertugas untuk menerangkan suatu keadaan.

Selain kata-kata Arab, terdapat pula dalam bahasa-bahasa di Nusantara kata-kata yang artinya mirip dengan sejarah. Kata-kata tersebut seperti babad dalam bahasa Jawa, tambo dari bahasa Minangkabau, pustaka dan cerita. Kata babad menurut Pigeud berarti cerita sejarah. Selain itu, kata tersebut dapat pula diartikan dalam bahasa Jawa yang berarti “memangkas”. Hasil dari pem-babad-an ini ialah suasana terang. Kalau babad dikaitkan dengan kata sejarah, berarti sejarah itu bertugas memberikan penerangan tentang suatu keadaan.

Istilah lainnya yang berasal dari kata asing yang sama dengan kata sejarah yaitu history dari bahasa Inggris, geschichte berasal dari bahasa Jerman, dan gechiedenis berasal dari bahasa Belanda. History berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu historia (dibaca istoria), yang berarti “belajar dengan cara bertanya-tanya”. Menurut filosof Yunani Aristoteles, historia berarti pertelaan sistematis mengenai seperangkat alam, tanpa mempersoalkan susunan kronologis. Dalam perkembangannya, istilah history sama dengan istilah scientia yang artinya pertelaan sistematis nonkronologis tentang gejala alam. Adapun historia lebih diartikan sebagai pertelaan mengenai gejala-gejala (terutama hal ihwal manusia) dalam urutan kronologis. Dengan demikian, istilah history pada mulanya bukanlah berarti sejarah dalam pengertian sekarang, tetapi lebih dekat sebagai ilmu pengetahuan atau sains.

Dalam perkembangan kemudian, kata historia berarti sesuatu yang telah terjadi. Istilah ini sama dengan kata geschichte, berasal dari kata geschehen, yang berarti terjadi; dan gechiedenis, berasal dari kata geschieden, yang berarti terjadi. Kata historia yang berasal dari bahasa latin tersebut masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Misalnya historie atau l’hisrorie dalam bahasa Prancis, history dalam bahasa Inggris, dan istorya dalam bahasa Rusia (Tarunasena, 2009; 4).

B. Pengertian Sejarah Secara Terminologi

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yang benar-benar terjadi pada masa lampau (Dwi A. Listiyani, 2009; 3). Pendapat lain menyebutkan bahwa, sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan-peninggalan itu disebut sumber sejarah (Wardaya, 2009; 2).

Selain pengertian di atas, para Pakar Ahli Sejarah juga memberikan definisi atau pengertian sejarah secara istilah. Dari pengertian beberapa Pakar Ahli mendefinisikan sejarah berbeda-beda, namun jika ditarik benang merahnya, tetap memiliki inti yang sama. Berikut ini beberapa pengertian sejarah menurut para Ahli Sejarah.

1. Edward Harlott Carr

Menurut Edward Harlott Carr, sejarah adalah suatu proses interaksi antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa sekarang dengan masa silam.

2. Robert V. Daniel

Sejarah ialah kenangan dari tumpuan masa silam. Hal ini diungkapkan oleh Robert V. Daniel. Kenangan yang dimaksud di sini adalah hal-hal yang ditangkap oleh memori manusia terhadap peristiwa yang ia lihat. Apa yang ia lihat dapat menjadi tumpuan dalam mengetahui peristiwa masa lalu.

3. John Tosh

John Tosh mendefinisikan sejarah adalah memori kolektif, sumber pengalaman melalui pengembangan suatu rasa identitas sosial orang-orang dan prospek orang-orang tersebut pada masa yang akan datang.

Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh di atas tidaklah sama dalam hal isi, taraf dan tujuannya. Namun, dapat diambil beberapa unsur pokoknya, yakni adanya peristiwa, kisah, dan ilmu sejarah. Dalam hal ini, R. Moh. Ali menyimpulkan definisi sejarah sebagai berikut.

  1. Sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian-kejadian di masa lampau.
  2. Sejarah yaitu kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan manusia, yakni menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan manusia.
  3. Sejarah yaitu cerita yang tersusun secara sistematis (teratur dan rapi).

Dari definisi Moh. Ali ini dapat dipahami bahwa sejarah menyangkut seluruh perubahan dan perkembangan kehidupan manusia. Dengan demikian jelas juga bahwa yang mempunyai sejarah hanyalah manusia. Untuk mengungkap kehidupan manusia masa lampau, sejarah telah memformulasikan dalam enam pertanyaan, yakni sebagai berikut.

  • What (apa), yang menunjuk kepada peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
  • Who (siapa), yang menunjuk tentang tokoh atau orang yang terlibat dalam peristiwa.
  • When (kapan), menunjuk waktu terjadinya peristiwa tersebut.
  • Where (di mana), menunjuk kepada tempat peristiwa terjadi.
  • How (bagaimana), menunjuk kepada proses terjadinya peristiwa tersebut.
  • Why (mengapa), menunjuk kepada keterkaitan sebab akibat peristiwa tersebut.

Kesimpulan

Pelajaran mengenai pengertian dan asal-usul kata sejarah merupakan pelajaran yang sangat mendasar. Asal-usul kata sejarah menjelaskan tentang asal-muasalnya kata sejarah yang merupakan kata serapan dari bahasa arab. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab yang berarti pohon. Pohon di sini menggambarkan kehidupan manusia yang selalu berkembang secara dinamis. Selain berasal dari bahasa arab, kata sejarah jika di artikan dalam bahasa asing lainya adalah; Bahasa Inggris (history) yang berarti telah terjadi atau masa lampau dan lain-lain.

Pengertian sejarah menurut istilah adalah peristiwa kejadian masa lampau berdasarkan sumber-sumber sejarah. Definisi sejarah juga disebutkan oleh beberapa Pakar Ahli yang memiliki inti yang sama. Sekian untuk artikel ini, semoga bermanfaat dan menjadi salah satu referensi bagi Anda.