12 Jenis-Jenis Sejarah: Pengertian dan Penjelasanya

Jenis-Jenis Sejarah

ahlisosial.my.id - Terdapat beberapa aspek dalam kehidupan manusia. Aspek tersebut adalah aspek budaya, sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain. Selain itu, ruang lingkup kehidupan manusia dapat dalam ruang lingkup yang kecil misalnya, keluarga dan dapat pula dalam ruang lingkup yang lebih luas misalnya, masyarakat.

Aspek dan ruang lingkup tersebut dapat menjadi tema-tema penelitian sejarah. Tema-tema tersebut dapat menjadi jenis-jenis sejarah yang dapat ditulis oleh peneliti.

Ketika tema penelitian merujuk pada aspek dan ruang lingkup kehidupan manusia, maka manusialah yang menjadi target studi sejarah. Mana mungkin selain manusia terdapat sejarah ekonomi, budaya, politik, dan lain-lain.

Dalam langkah-langkah penelitian sejarah, terdapat tahap di mana peneliti harus menentukan topik penelitian terlebih dahulu. Agar lebih spesifik dan fokus pada suatu permasalahan, maka peneliti harus mengambil salah satu atau atau lebih aspek yang akan diteliti.

Dari aspek-aspek kehidupan manusia dan ruang lingkupnya, jenis-jenis sejarah tercipta. Baik inilah jenis-jenis sejarah dilihat dari segi aspek kehidupan manusia;

Jenis-Jenis Sejarah Dilihat dari Segi Aspek Kehidupan Manusia

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa, kehidupan manusia dibagi menjadi beberapa aspek kehidupan di antaranya, aspek budaya, ekonomi, politik, dll. Jika kita bayangkan, maka kehidupan manusia di bumi begitu sangat beragam dan memiliki aspek yang berbeda-beda. Orang yang banyak berkecimpung di bidang politik, maka sebagian besar hidupnya masuk pada aspek politik. Begitu pula orang yang mempelajari kebudayaan, maka sebagian kehidupanya masuk pada aspek budaya.Dari sinilah ada istilah yang disebut dengan “aspek kehidupan manusia” dan terciptalah beberapa jenis sejarah.

1. Sejarah Politik

Sejarah politik adalah sejarah yang membahas peristiwa-peristiwa antara manusia dengan politik. Berbicara mengenai politik, tentu tidak akan lepas dari yang namanya kekuasaan.

Maka dari itu, Hendrayana (2009; 76) menyebutkan bahwa, sejarah politik merupakan sejarah yang membicarakan soal keterkaitan manusia dengan pemerintahan. Contoh dari sejarah politik yang lama adalah kerajaan. Sedangkan pada saat ini banyak sekali bentuk-bentuk kepemerintahan.

Di Indonesia, pada masa nenek moyang kita, pada awal kepemerintahanya berbentuk kesukuan atau suku. Namun, setelah pengaruh Hindu dan Buddha masuk ke Nusantara, muncul sistem baru, yaitu kerajaan (Wardaya, Cakrawala Sejarah SMA/MA Kelas X, 2009; 54).

Sistem kerajaan pun berkembang luas di Indonesia, hingga suatu saat datang penjajah masuk Indonesia. Datangnya penjajah ke Indonesia memberi andil untuk merubah sistem kepemirintahan Indonesia, yaitu dari sistem kerajaan ke Sistem Demokrasi.

Alhasil, sejarah politik adalah sejarah yang membahas mengenai kekuasaan atau kepemerintahan.

Dari beberapa sumber/referensi yang kami baca, ciri-ciri dari sejarah politik adalah sebagai berikut:

  • Berbicara mengenai peristiwa kepemerintahan atau kekuasaan
  • Biasanya menampilkan peran-peran "orang besar" seperti raja-raja, panglima perang, dan presiden.

Kepenulisan sejarah politik dibagi menjadi dua, yaitu sejarah politik lama dan sejarah politik baru atau kontenporer.

Sejarah politik lama dikaitkan dengan kekuasaan atau kepemerintahan jaman dulu, misalnya kerajaan. Sejarah politik kontenporer berbicara tentang kepemerintahan yang sekarang, seperti demokrasi, liberal, dll.

2. Sejarah Ekonomi

Sejarah ekonomi adalah sejarah yang membahas peristiwa-peristiwa masa lampau yang berkaitan dengan aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ruang lingkup penulisan sejarah ekonomi bisa dalam skala yang mikro atau makro. Ekonomi dengan skala mikro adalah ekonomi dengan ruang lingkup yang kecil, contohnya ekonomi pedesaan. Sedangkan ekonomi makro adalah ekonomi dengan skala besar, misalnya ekonomi perkotaan.

Sebenarnya, dalam sejarah ekonomi mikro sudah banyak yang harus dibahas. Hal ini sesuai dengan pendapat Tarunasena dalam bukunya yang berjudul Sejarah 1 SMA/MA Untuk Kelas X:

Ruang lingkup yang lebih mikro, misalnya kita menulis sejarah ekonomi pedesaan. Hal-hal yang bisa kita kaji dari sejarah ekonomi pedesaan, yaitu bagaimana kegiatan sehari-hari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya: apakah mereka berdagang, bagaimana cara berdagang yang mereka lakukan; apakah mereka bertani, bagaimana cara bertani yang mereka lakukan; berapa pendapatan yang mereka peroleh; apakah dari pendapatan yang mereka peroleh itu dapat menyejahterakan hidupnya; dan masih banyak faktor-faktor lainnya. Dalam penulisan sejarah ekonomi pedesaan, kajian kita yang terpenting ialah bagaimana perkembangan ekonomi masyarakat pedesaan dalam suatu periode tertentu? Apakah perkembangan ekonomi itu mengarah pada kesejahteraan atau kemiskinan? Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab tumbuhnya perekonomian masyarakat pedesaan tersebut? Apakah pertumbuhan itu disebabkan oleh kebijakan pemerintah? Apakah disebabkan oleh kreativitas masyarakat pedesaan sendiri?

Sumber: Tarunasena, Sejarah 1 SMA/MA Untuk Kelas X, 2009; 101. Jadi inti dari Sejarah Ekonomi adalah kegiatan-kegiatan masyarakat di masa lampau dalam bidang ekonomi dapat menjadi sejarah ekonomi.

3. Sejarah Kebudayaan

Sejarah kebudayaan adalah sejarah yang membahas tentang hasil-hasil karya budaya manusia, dari masa lampau sampai sekarang. Sejarah kebudayaan bisa juga disebut dengan “kajian yang merangkum keseluruhan cara hidup masyarakat, yaitu meliputi sistem sosial, politik, ekonomi, moral, adat istiadat, kesenian, dll. Secara khusus sejarah kebudayaan dapat dibagi menjadi dua yaitu, kebudayaan tinggi atau elit dan kebudayaan popular atau massa.

Berikut ini adalah contoh sejarah kebudayaan yang ada di Indonesia. Contoh ini kami kutip dari bukunya Marwan Supriadi yang berjudul Sejarah Untuk SMA/MA Kelas X, 2009; 23.

Budaya Perunggu di Indonesia

Di Indonesia zaman logam tersebut dikenal dengan zaman perunggu. Menurut Von Heine Gudern pendukung kebudayaan perunggu datang ke Indonesia kurang lebih 500 tahun Sebelum Masehi. Sebagai nenek moyang bangsa Indonesia yang disebut Dentero Melayu atau Melayu Muda dan sebelumnya bangsa proto Melayu atau Melayu tua zaman Neolithikum. Hasil-hasil kebudayaan perunggu di Indonesia adalah kapak corong dan nekara. Kapak corong banyak sekali jenisnya, ada yang kecil bersahaja, ada yang besar dan memakai hiasan, ada yang pendek lebar, bulat dan ada pula yang panjang serta sisinya atau disebut candrana. Di lihat dari bentuknya, kapak-kapak corong tersebut tentunya tidak digunakan sebagaimana kapak, melainkan sebagai alat kebesaran atau benda upacara. Hal ini menunjukkan bahwa kapak corong yang ditemukan di Indonesia peninggalan zaman perunggu memiliki nilainilai sakral atau nilai religi. Bentuk-bentuk corong tersebut ditemukan di Irian Barat dan sekarang disimpan di Belanda. Sedangkan kapak upacara yang ditemukan pada tahun 1903 oleh ekspedisi Wichman di Sentani disimpan di musium lembaga kebudayaan Indonesia di Jakarta.

4. Sejarah Teknologi

Sejarah teknologi menggambarkan bagaimana manusia menciptakan cara atau alat-alat agar apa yang dikehendaki menjadi mudah untuk diperoleh.

Seperti pada saat mesin cuci belum ada. Dulu mencuci baju belum ada yang menggunakan mesin cuci, akan tetapi dengan perkembangan zaman yang sudah modern, mesin cuci hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memudahkan pekerjaan mereka.

Sejarah teknologi juga dapat disebut dengan sejarah yang membahas mengenai segala sesuatu untuk memudahkan pekerjaanya. Contohnya adalah sejarah mengenai cara pengemburan tanah di sawah. Dulu proses penggemburan tanah di sawah masih menggunakan cangkul. Dengan berjalanya waktu, proses penggemburan tanah menjadi mudah dengan adanya mesin pembajak tanah.

5. Sejarah Sosial

Sejarah sosial adalah sejarah yang mengkaji tentang kondisi masyarakat, kegiatan masyarakat, stratifikasi masyarakat dan sebagainya. Pada intinya sejarah sosial adalah sejarah tentang masyarakat. Sejarah sosial ini memiliki kajian yang cukup luas, yaitu mengkaji pola-pola kehidupan masyarakat.

Menurut Nana Supriatna (1997), mengemukakan bahwa sejarah sosial merupakan sejarah yang mengkaji masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kelaparan, kebodohan, keterbelakangan dan kemerosotan moral.

6. Sejarah Pendidikan

Sejarah pendidikan merupakan uraian tentang proses perkembangan pendidikan di suatu daerah. Subtansi dan tekanan dalam sejarang pendidikan bermacam-macam tergantung pada maksud dan kajian, mulai tradisi pemikiran dan para pemikir besar dalam pendidikan, tradisi nasional, sistem pendidikan beserta komponen-komponenya, sampai kepada pendidikan dan sebagainya.

7. Sejarah Intelektual

Sejarah intelektual adalah kajian sejarah yang mempelajari ide-ide yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Sejarah intelektual pada hakekatnya menekankan pada alam pikir manusia pada masa lalu.

Sejarah intelektual ialah sejarah pemikiran bersifat tematik. Bidang sejarah intelektual ini telah lama ada pada zaman Greek yang bertumpu kepada aspek-aspek agama seperti kristiani dan islam sebelum abad masehi. Jadi sejarah intelektual adalah sejarah yang membahas mengenai pemikiran-pemikiran manusia.

8. Sejarah Etnis

Searah etnis adalah sejarah yang mengkaji mengenai kelompok-kelompok etnis. Sejarah etnis mulai digunakan secara umum oleh pakar antropologi, arkeologi dan sejarawan sendiri sejak tahun 1940an.

Semula sejaran etnis mengkaji kelompok-kelompok entis Indian di Amerika Serikat. Kemudian berkembang untuk penelitian sejarah penduduk pribumi bukan Eropa seperti Asia, Afrika, dan Australia.

9. Sejarah Keluarga

Secara sederhana keluarga merupakan ikatan terkecil dalam bentuk masyarakat. Keluarga secara sosiologis adalah sebuah bentuk terkecil dari masyarakat yang dapat membentuk suatu struktur.

Jadi sejarah keluarga adalah sejarah yang membahas tentang prilaku-prilaku sebuah keluarga. Biasanya sejarah keluarga ini diangkat dari keluarga orang-orang terkenal untuk menjadi contoh masyarakat.

10. Sejarah Militer

Sejarah militer dapat didefinisikan sebagai sejarah angkatan bersenjata dan prilaku perang. Beberapa hal yang dapat dibahas dalam sejarah peperangan misalnya mengenai taktik atau strategi perang, senjata yang digunakan, dll.

Dalam penulisan sejarah militer yang sudah berkembang, penulisan sejarah perang tidak hanya ditonjolkan aspek-aspek operasional militer semata. Sejarah perang bisa dilihat dari aspek-aspek lainnya, misalnya aspek ekonomi.

11. Sejarah Agama

Biasanya tumpuan kajian bidang sejarah agama mengenai sejarah dan perbandingan agama-agama di dunia ini. Sejarah agama biasanya mengkaji mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan agama dari waktu ke waktu. Contohnya adalah sejarah penyebaran agama, sejarah kelahiran agama Budha di Indonesia dll.

12. Sejarah Georafis

Sejarah geografi ini dikaitkan dengan masalah sejarah yang memiliki keterkaitan dengan geografi, untuk menjawab pertanyaan di mana itu terjadi?. Pada intinya sejarah geografi ini menanyakan di mana peristiwa sejarah itu terjadi. Sejarah geografi ini terdapat 3 macam berdasarkan luasnya, yaitu secara lokal, nasional, dan secara internasional.

Kesimpulan

Setelah membahas mengenai jenis-jenis sejarah, kesimpulan pada pembahasan ini adalah sebagai berikut:

Sejarah memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Hal ini dikarenakan sejarah membahas mengenai segala aspek kehidupan manusia. Aspek-aspek tersebut meliputi sosial, budaya, agama, keluarga, intelektual, militer, etnis, pendidikan dan lain-lain.

Itulah 12 jenis-jenis sejarah yang dapat kami sampaikan. semoga bermanfaat dan dapat menjadi salah satu referensi

Copyright © 2022

Ahli Sosial