Sejarah: Pengertian, Hakikat, Ruang Lingkup, Periodisasi, dan Fungsi

Sejarah: Pengertian, Hakikat, Ruang Lingkup, Periodisasi, dan Fungsi

ahlisosial.my.id - Bercerita tentang kejadian masa lalu merupakan suatu hal yang sangat menarik. Dalam kehidupan sehari-hari pun adakalanya kita sering mengungkapkan suatu cerita di masa lalu, baik yang dianggap penting maupun dianggap berkesan.

Hal tersebut merupakan hal kecil dari sebuah sejarah. Sejarah memang bukanlah hal yang baru bagi kita namun merupakan suatu hal sering didengar dan diucapkan baik disadari maupun tidak.

Namun demikian, ada banyak hal yang belum diketahui dan dimengerti tentang sejarah sebagai ilmu, dalam benak kita pasti akan terlintas sebuah pertanyaan ”Apakah sejarah itu?”.

Secara sederhana sejarah adalah cerita masa lalu yang didasarkan pada bukti-bukti sejarah.

Bukti sejarah merupakan benda atau peninggalan-peninggalan masa lampau seperti, prasasti, bangunan kuno, dan lain-lain.

Memang secara sederhana sejarah adalah cerita masa lalu namun, jika kita pelajari lebih mendalam, maka kita akan menemukan bahwa, kata sejarah memiliki makna yang mendalam.

Maka dari itu, dalam mempelajari sejarah bukan hanya belajar masa lampau, akan tetapi kita akan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan sejarah.

Dari ulasan di atas, pembahasan mengenai hakikat dan dan ruang lingkup sejarah akan menjelaskan tentang: Definisi atau pengertian sejarah, hakikat sejarah yang melingkupi sejarah sebagai kisah, ilmu dan seni.

Selanjutnya pada artikel ini juga akan membahas tentang jenis-jenis sejarah, periodisasi dan kronologi sejarah, dan yang terakhir adalah kegunaan sejarah.

A. Pengertian dan Asal-Usul Kata Sejarah

Secara etimologi, kata sejarah berasal dari bahasa Arab "syajarah (syajaratun)" artinya pohon (Dwi A. Listiayani (2009; 2).

Sumber lain menyebutkan bahwa, Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu Syajaratun, yang berarti pohon kayu (Tarunasena, 2009; 2). Pohon di sini melukiskan pertumbuhan yang terus menerus dari tanah (bumi) ke udara, dengan berbagai macam organnya, yaitu akar, batang, cabang, daun, bunga (kembang), serta buahnya. Bagian dari pohon menunjukkan adanya aspek-aspek kehidupan yang satu sama lain saling berhubungan.

Selain istilah syajaratun yang berasal dari bahasa Arab, terdapat kata-kata Arab lainnya yang memiliki arti hampir sama dengan kata syajaratun, seperti silsilah, riwayat atau hikayat, kisah, dan tarikh (Tarunasena, 2009; 3).

Kata “silsilah” menunjukkan pada keluarga atau nenek moyang, kata “riwayat” atau “hikayat” dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, kata “kisah” yang sifatnya sangat umum menunjukkan pada masa lampau, justru yang lebih mengandung arti cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau adalah sejarah. Sedangkan kata tarikh menunjukkan tradisi dalam sejarah Islam, seperti tarikh nabi.

Untuk mendapat pengetahuan yang lebih luas, kita harus mengetahui arti kata "sejarah" dalam bahasa asing lainya.

Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia. Dalam bahasa Yunani, kata sejarah disebut historia yang berarti apa yang diketahui dari hasil penyelidikan atau ilmu.

Jadi, sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa, kejadian yang terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.

Dalam bahasa Jerman, kata sejarah disebut geschichte yang artinya sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.

Setelah mempelajari pengertian sejarah secara etimologi (secara bahasa), selanjutnya kita membahas mengenai pengertian sejarah secara terminologi (secara istilah).

Secara umum pengertian sejarah adalah peristiwa yang telah terjadi di masa lampau yang didasarkan pada bukti-bukti sejarah atau peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa.

Peninggalan-peninggalan itu disebut sumber sejarah.

Para ahli sejarah (disebut juga Sejarawan) pun masih berbeda pendapat mengenai definisi tadi. Namun, perbedaan di antara mereka tak mencolok, tidak kontras satu sama lain.

Ada benang merah yang menghubungkan pendapat-pendapat mereka satu sama lain.

Definisi Sejarah Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa definisi sejarah menurut para ahli, antara lain:

1. Edward Hallet Carr

Definisi sejarah menurut Edward Hallet Carr, sejarah adalah suatu proses interaksi serba-terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa sekarang dengan masa silam.

2. Robert V. Daniels

Definisi sejarah menurut Robert V. Daniels, sejarah ialah kenangan pengalaman umat manusia.

3. J. Bank

Definisi sejarah menurut J. Bank berpendapat, semua peristiwa masa lampau adalah sejarah (sejarah sebagai kenyataan); sejarah dapat membantu manusia untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang, dan masa akan datang.

4. Taufik Abdullah

Definisi sejarah menurut Taufik Abdullah mengatakan sejarah harus diartikan sebagai tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.

5. Muhammad Yamin

Definisi sejarah menurut Muhammad Yamin, sejarah ialah ilmu pengetahuan umum yang berhubungan dengan cerita bertarikh, sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang lain.

6. Mohammad Ali

Definisi sejarah menurut Mohammad Ali, dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah menyatakan sejarah, yaitu: Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan kejadian dan peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Dari penelusuran pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah dipergunakan sebagai perkataan sehari-hari dan sebagai ilmu pengetahuan.

Jadi, bila kita rumuskan kembali pengertian sejarah yang disaring dari pengertian tadi, maka sejarah adalah ilmu yang mengkaji peristiwa atau kejadian yang telah terjadi dalam masyarakat manusia pada waktu yang lampau.

B. Hakikat Sejarah

Menurut Sartono Kartodirdjo, hakikat sejarah dibatasi oleh dua pengertian yaitu sejarah yang objektif dan sejarah yang subjektif.

Hakikat Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo

1. Sejarah Objektif

Objektivitas adalah hal-hal yang bisa diukur yang ada di luar pikiran atau persepsi manusia. Sikap objektifitas tidak akan dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau golongan didalam mengambil keputusan.

Objektivitas sejarah dapat dibuktikan berdasarkan sumber sejarah yang ditemukan (Tarunasena, 2009; 8). Apabila suatu peristiwa sejarah itu diceritakan tetapi tidak ada sumbernya, maka sejarah itu tidak menjadi objektif.

Jadi, objektivitas adalah usaha mendekatkan diri pada obyek atau dengan kata lain berarti bertanggung jawab pada kebenaran objek.

2. Sejarah Subjektif

Sejarah Subjektif berupa hasil penafsiran (rekonstruksi) sejarawan atas peristiwa masa lampau.

Subjektivitas adalah kesaksian atau tafsiran yang merupakan gambaran hasil perasaan atau pikiran manusia.

Jadi, subjektivitas adalah suatu sikap yang memihak dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau golongan, dan dipengaruhi oleh nilai-nilai yang melingkupinya.

Dalam sejarah, subyektifitas banyak terdapat dalam proses interpretasi. Sejarah, dalam mengungkapkan faktanya membutuhkan interpretasi yang melibatkan subyek.

Dalam subjektivisme, dimana objek tidak lagi dipandang sebagaimana seharusnya, tetapi dipandang sebagai kreasi dan konstruksi akal budi.

Subjektif diperbolehkan selama tidak mengandung subjektivistik yang diserahkan kepada kesewenang-wenangan subjek, dan konsekuensinya tidak lagi real sebagai objektif.

C. Ruang Lingkup Sejarah (Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni)

Setelah mempelajari pengertian dan hakikat sejarah, selanjutnya akan kita bahan mengenai ruang lingkup sejarah.

Ruang lingkup sejarah adalah memposisikan sejarah sebagai beberapa bentuk yaitu, sejarah sebagai peristiwa, sebagai kisah, ilmu, dan seni. Untuk lebih jelasnya silahkan baca penjelasan di bawah ini.

1. Sejarah Sebagai Peristiwa

Berkenaan dengan konsep sejarah sebagai peristiwa maka kita akan membicarakan tentang kejadian, kenyataan, aktualitas yang telah terjadi atau berlangsung pada masa yang lampau.

Sejarah sebagai peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau mengakibatkan kita tidak mungkin lagi mengamati peristiwa tersebut, yang dapat kita amati adalah sejarah sebagai kisah, yaitu penelaahan sejarah sebagai kisah suatu peristiwa.

Sejarah sebagai peristiwa, maksudnya peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau (Wardaya, 2009; 5).

Kejadian masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Dari peristiwa-peristiwa itu, dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa.

Tanpa memandang besar kecilnya suatu peristiwa atau kejadian-kejadian dalam ruang lingkup kehidupan manusia, ilmu sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan manusia sejak dahulu sampai sekarang, bahkan prediksi kejadian yang akan datang.

2. Sejarah Sebagai Kisah

Membicarakan sejarah sebagai kisah berarti berbicara sejarah sebagai sebuah cerita dalam berbagai bentuk, baik narasi maupun tafsiran dari suatu peristiwa sejarah. Kisah ini pun dapat berupa tulis atau lisan (Hendrayana, 2009; 7).

Secara tulisan, kisah sejarah ini dapat dilihat dalam bentuk tertulis seperti pada buku, majalah atau surat kabar.

Secara lisan, kisah dapat diambil dari ceramah, percakapan atau pelajaran di sekolah.

Sejarah merupakan suatu kisah yang diceritakan dalam berbagai bentuk, baik narasi maupun tafsiran dari suatu kejadian. Secara tulisan kisah ini akan didapat dalam bentuk tulisan di buku, majalah atau surat kabar. Secara lisan, kisah didapat dari ceramah, percakapan atau pelajaran di sekolah.

3. Sejarah Sebagai Ilmu

Sejarah dikatakan sebagai ilmu karena merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau.

Menurut C.E. Berry, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan, tidak kurang dan tidak lebih.

Adapun menurut York Powell, sejarah bukanlah hanya sekadar suatu cerita indah, instruktif, dan mengasyikkan, tetapi merupakan cabang ilmu pengetahuan.

Sejarah dianggap sebagai ilmu sebab sejarah memiliki syarat-syarat ilmu, antara lain ada masalah yang menjadi objek, ada metode, tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran yang rasional, dan kebenaran bersifat objektif (Wardaya, 2009; 5).

4. Sejarah Sebagai Seni

Sejarah pun dapat berperan sebagai seni yang mengedepankan nilai estetika. Jadi, sejarah dalam hal ini bukanlah dipandang dari segi etika atau logika.

Menurut pemikiran Dithley, seorang sejarawan dan filsuf modern, sejarah adalah pengetahuan tentang cita rasa.

Sejarah tidak saja mempelajari segala yang bergerak dan berubah yang tampak dipermukaan, namun juga mempelajari motivasi yang mendorong terjadinya perubahan itu bagi si pelaku sejarah Hendrayana, 2009; 9).

D. Periodisasi, Kronologi, dan Historiogrfi Sejarah

Secara garis besar, periodisasi adalah proses pembabakan suatu peristiwa menurut urutan zaman.

Sedangkan kronologi adalah urutan suatu peristiwa dari awal kejadian sampai akhir.

Historiorafi sendiri adalah penulisan sejarah. Dari ketiganya sangatlah penting dalam ilmu sejarah.

1. Periodisasi Sejarah

Sejarah adalah studi yang berkaitan dengan konteks waktu. Waktu dalam sejarah akan membentuk suatu periodisasi.

Periodisasi digunakan biasanya untuk memudahkan pemahaman suatu cerita sejarah sehingga terjadi suatu kesinambungan. Jadi, periodisasi ini semacam serialisasi rangkaian menurut urutan zaman (Tarunasna, 2009; 21).

Peristiwa yang ditulis dengan menampilkan periodisasi akan mempermudah untuk mengetahui ciri khas atau karakteristik kehidupan manusia pada masing-masing periode, sehingga kehidupan manusia mudah dipahami.

Dengan adanya periodisasi, akan diketahui perkembangan kehidupan manusia, kesinambungan antara periode yang satu dengan periode berikutnya, apakah ada pengulangan fenomena yang terjadi, dan perubahan dari periode yang awal sampai pada periode-periode berikutnya.

2. Kronologi Sejarah

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah kronologi. Kronologi biasanya digunakan dalam melihat suatu peristiwa.

Misalkan peristiwa kecelakaan. Untuk mengungkap bagaimana kecelakaan itu terjadi, polisi akan menghubungkan berbagai fakta yang ditemukan dan menganalisa hubungan sebab akibatnya.

Fakta-fakta tersebut, kemudian direkonstruksi dalam bentuk kronologi kejadian. Dengan cara seperti ini, maka polisi dapat menemukan apa yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Kronologi sejarah merupakan urutan peristiwa sejarah yang terjadi. Ada tahapan-tahapan yang mengantarkan peristiwa itu terjadi. Berbagai kronologi yang ada dalam sejarah misalnya kronologi lahirnya kerajaan, pemberontakan, perang, dan lain-lain.

3. Historiografi Sejarah

Secara harfiah, historiografi berasal dari gabungan dua kata, yaitu histori yang berarti sejarah dan grafi yang berarti deskripsi atau penulisan.

Jadi, berdasarkan asal katanya historiografi berarti penulisan sejarah. Secara lebih luas, historiografi dapat diartikan sebagai sejarah penulisan sejarah.

Kronik-kronik yang ditulis pada masa kerajaan-kerajaan kuno merupakan salah satu bentuk historiografi. Bentuk ini termasuk dalam historiografi tradisional.

E. Fungsi dan Kegunaan Sejarah

Berikut ini adalah fungsi dan kegunaan sejarah yang bersumber dari buku Sejarah kelas X karya Hendrayana (2009; 15-17). Dalam kaitannya dengan belajar sejarah, kita dapat mengambil manfaat sejarah karena beberapa alasan di antaranya:

  1. Dapat mengakui keberadaan setiap manusia di masa lampau dan akan terus hidup abadi hingga saat ini dan saat mendatang.
  2. Dapat mempersiapkan diri untuk menyampaikan kejadian masa lalu dan masa sekarang kepada generasi berikutnya sebagai bahan pengetahuan dan pengalaman.
  3. Dapat menyakinkan orang berdasarkan alasan peristiwa di masa lampau.
  4. Dapat memperbaiki hidup sendiri dengan merujuk kepada peristiwa di masa lalu untuk diambil pelajaran dan hikmah sehingga bisa bermanfaat untuk di masa depan.

Manfaat Mempelajari Sejarah

1. Edukatif

Bahwa pelajaran-pelajaran sejarah memberikan kebijaksanaan dan kearifan. Ucapan “Belajarlah dari Sejarah“ atau “Sejarah mengajarkan kepada kita” atau “Perhatikanlah pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh sejarah”.

Dengan ucapan-ucapan itu dinyatakan bahwa fungsi dan kegunaan sejarah ialah memberikan pelajaran.

Akan tetapi, apa sesungguhnya arti ucapan-ucapan seperti itu? Bagaimana kita dapat belajar dari sejarah? Atau bagaimana sejarah dapat memberi pelajaran pada kita?

Jika kita kaji secara mendalam, kita akan sampai pada kesimpulan, bahwa kita hanya dapat belajar dari sejarah jika peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu itu akan terjadi lagi pada masa sekarang.

2. Inspiratif

Sejarah memberikan ilham atau inspirasi kepada kita, tindakan-tindakan kepahlawanan dan peristiwa-peristiwa gemilang pada masa lalu dapat mengilhami kita semua pada taraf perjuangan yang sekarang.

3. Instruktif

Misalnya, kegunaan dalam rangka pengajaran dalam salah satu kejuruan atau keterampilan seperti navigasi, teknologi, persenjataan, jurnalistik, taktik militer dan sebagainya.

Fungsi dan kegunaan sejarah ini disebut sebagai kegunaan yang bersifat instruktif karena mempunyai peran membantu kegiatan menyampaikan pengetahuan atau keterampilan (instruksi).

4. Rekreatif

Seperti halnya dalam karya sastra yakni cerita atau roman, sejarah juga memberikan kesenangan estetis, karena bentuk dan susunannya yang serasi dan indah.

Kita dapat terpesona oleh kisah sejarah yang baik sebagaimana kita dapat terpesona oleh sebuah roman yang bagus.

Dengan sendirinya kegunaan yang bersifat rekreatif ini baru dapat dirasakan jika sejarawan berhasil mengangkat aspek seni dari cerita sejarah yang disajikan.

5. Memberikan Kesadaran Waktu

Kesadaran waktu yang dimaksud adalah kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan, dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu.

Kesadaran itu dikenal juga sebagai kesadaran akan adanya gerak sejarah. Kesadaran tersebut memandang peristiwa-peristiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dari masa silam bermuara ke masa kini dan berlanjut ke masa depan.

6. Memperkokoh Rasa Kebangsaan (Nasionalisme)

Terbentuknya suatu bangsa disebabkan adanya kesamaan sejarah besar di masa lampau dan adanya kesamaan keinginan untuk membuat sejarah besar bersama di masa yang akan datang.

Sebagai contoh Bangsa Indonesia sejak zaman prasejarah telah memiliki kesamaan sejarah. Kemudian memiliki zaman keemasan pada zaman Sriwijaya, Mataram Hindu-Buddha, dan Majapahit.

Setelah itu bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan selama ratusan tahun. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tersebut menjadi ingatan kolektif yang dapat menimbulkan rasa solidaritas dan mempertebal semangat kebangsaan.

Kesimpulan

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa atau kejadian yang telah terjadi dalam masyarakat manusia pada waktu yang lampau.

Ruang lingkup sejarah itu luas karena sejarah dapat berperan sebagai sebagai peristiwa, sebagai kisah, sebagai ilmu, dan sebagai seni.

Peristiwa dalam cakupan sejarah berarti segala sesuatu yang telah berlangsung pada waktu yang telah lalu dan menimbulkan akibat pada kehidupan manusia pada waktu itu dan pada masa setelahnya.

Sejarah pun dapat diperlakukan sebagai ilmu pengetahuan. Sejarah sebagai cabang ilmu pengetahuan dan dibuktikan secara keilmuan.

Untuk membuktikan keilmiahannya karena dapat digunakan berbagai standar dan metode-metode ilmiah.

Dengan demikian, kebenaran penelitian sejarah dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan keilmuwan. Sejarah juga dapat berperan sebagai seni yang mengedepankan nilai estetika.

Sejarah memiliki jiwa atau roh, yang tak lain adalah jiwa yang terdapat dalam diri manusia sebagai pelaku sejarah.

Jiwalah yang merupakan nyala api manusia dalam kehidupannya. Pendekatan terhadap jiwa sejarah ini hanya dapat dilakukan oleh seni.

Jika suatu peristiwa sejarah tak dapat lagi dibuktikan melalui metode ilmiah maka seorang sejarawan diharapkan apa yang tersirat dalam peristiwa itu melalui daya imajinasi.

Karya sastra berupa novel sejarah dapat dijadikan contoh bagaimana sejarah digambarkan melalui seni sastra.

Dalam ilmu sejarah memiliki manfaat dan peran terhadap kehidupan masyarakat kini. Melalui penelusuran sejarah pula kita dapat mengakui keberadaan manusia di masa lampau yang membawa pengaruh baik atau buruk terhadap perkembangan manusia dan dunia selanjutnya.

Itulah pelajaran yang membahas tentang pengertian, hakikat dan ruang lingkup sejarah. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi salah satu referensi.

Copyright © 2022

Ahli Sosial