Sumber-Sumber Sejarah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Sumber-Sumber Sejarah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Bukti Peninggalan Sejarah

ahlisosial.my.id - Sejarah adalah peristiwa yang telah terjadi di masa lampau berdasarkan sumber-sumber sejarah. Sejarah secara harfiah adalah sebuah cerita yang menggambarkan peristiwa masa lampau. Akan tetapi, ketika sebuah cerita sejarah baik berupa tulisan atau lisan tidak berdasarkan sumber-sumber sejarah, maka cerita tersebut masih diragukan nilai sejarahnya. Oleh sebab itu, para pakar Sejarawan ketika merekonstruksi sebuah sejarah, maka mereka harus berdasarkan sumber sejarah.

Sember-sumber sejarah adalah peninggalan-peninggalan di masa lampau yang dapat dijadikan bukti untuk meneliti sejarah, baik dari zaman dahulu hingga masa sekarang. Bukti-bukti sejarah ini dapat berupa kebudayaan, tulisan-tulisan, atau prasasti. Dengan adanya bukti-bukti sejarah, para ahli dapat mengungkap berbagai peristiwa dimasa lampau.

Dalam penelitian sejarah, terdapat beberapa tahap yang harus dilalui, salah satunya adalah tahap heuristik atau pengumpulan data. Pada tahap ini, peneliti harus mencari sumber-sumber data yang terkait dengan penelitiannya. Sumber data yang dijadikan objek penelitian harus diselidiki dan diamati. Ketika pengamatan sumber data itu berhasil, maka akan mengungkap suatu fakta.

Fakta-fakta yang diungkap dapat berupa tahun atau tanggal kejadian, tempat kejadian, atau bahkan latar belakang suatu kejadian. Lalu bagaimana bisa, sumber sejarah yang diteliti dapat mengungkap fakta-fakta tersebut?

Salah satu contoh diantara bukti sumber sejarah yaitu prasasti. Prasasti merupakan sebuah peninggalan sejarah yang berbentuk tulisan yang dituliskan pada suatu benda yang bertahan lama seperti, batu. Dalam penelitian sejarah, prasasti merupakan salah satu sumber yang terpenting penting, karena dapat memberikan informasi kronologis suatu peristiwa.

Contohnya adalah Prasasti Kawali atau Prasasti Astana Gede. Prasasti ini merupakan koleksi Museum Sri Baduga. Sebuah museum yang terletak di kota Bandung. Museum ini dikelola oleh pemerintah provinsi Jawa Barat, yang mulai didirikan pada tahun 1974 dengan memanfaatkan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega, yang kemudian diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Daoed Joesoef. Penamaan museum ini diambil dari gelar salah seorang raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja sebagaimana tertulis pada Prasasti Batutulis. Dan kemudian ditetapkan melalui Kepmendikbud nomor 02223/0/1990 tanggal 4 April 1990.

Prasasti Kawali

Prasasti Kawali

Berikut ini informasi yang dapat digali dalam sebuah prasasti:

  1. Dalam prasasti terdapat tulisan, biasanya tulisan tersebut berupa huruf kuno. Dari tulisan yang ada dalam prasasti itulah informasi sejarah dapat diambil.
  2. Bahan dasar prasasti itu jika diteliti, akan mendapatkan informasi tahun pembuatanya atau pada zaman kerajaan apa prasasti itu dibuat.
  3. Tulisan yang terdapat dalam prasasti biasanya terdapat informasi yang berupa "alasan pembuatan prasasti tersebut dan untuk siapa prasasti itu dibuat".
  4. Prasasti biasanya berupa pujian terhadap seseorang tokoh atau raja. Maka dari itu, dalam perkembangan zaman, prasasti disebut dengan piagam. Dalam piagam yang berupa prasasti bisanya terdapat nama pembuat prasasti, untuk siapa prasasti itu dibuat, dan tanggal atau kapan prasasti itu dibuat.

Tentu saja untuk mendapatkan informasi-informasi yang terkandung dalam prasasti itu harus melalui penelitian atau penyidikan. Dan ilmu yang mempelajari tentang prasasti adalah epigrafi.

Pengertian Sumber Sejarah Menurut para Ahli

Ada banyak para ahli yang mendefinisikan sumber atau bukti sejarah. Walaupun para ahli berbeda-beda dalam mendefinisikan sumber sejarah, namun pada intinya tetap sama. Berikut ini adalah pengertian sumber-sumber sejarah menurut para ahli, diantaranya:

1. Muh. Ali

Menurut Muh. Ali, sumber-sumber sejarah adalah segala sesuatu yang berwujud dan tidak berwujud serta berguna bagi penelitian sejarah sejak zaman purba sampai sekarang.

2. Muhammad Yamin

Sumber-sumber sejarah menurut Muhammad Yamin adalah kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah.

3. Zidi Gozalba

Sumber sejarah adalah warisan yang berbentuk lisan, tertulis, dan visual.

Dari pengertian yang disampaikan apara ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa sumber-sumber sejarah merupakan peninggalan atau warisan dari masa lampau baik berupa fisik maupun nonfisik yang dapat dijadikan objek penelitian dalam menguak sejarah sekaligus menjadi bukti bahwa sejarah itu memang nyata adanaya. Sumber-sumber sejarah ini, baik yang berada di indonesia maupun yang berada di luar indonesia, baik dari zaman purba sampai masa sekarang.

Itulah beberapa pendapat dari beberapa ahli yang dapat kami informasikan. Untuk yang selanjutnya, jenis-jenis sumber sejarah dan pembagian dari sumber-sumber sejarah.

Jenis-Jenis Sumber Sejarah

Jenis-jenis sumber sejarah atau dalam istilah lain dapat disebut dengan macam-macam sember sejarah ini akan mengarah kepada suatu pertanyaan "berupa apa saja sumber-sumber sejarah itu?" Dalam hal ini tentunya ada beberapa jenis benda yang dapat menjadi sumber atau bukti sejarah. Benda-benda itu berupa:

1. Benda Peninggalan atau Visual

Benda peninggalan sejarah ini berupa bangunan seperti candi, patung-patung, keraton, uang kuno, artefak, prasasti dan masih banyak lagi benda-benda yang berupa peninggalan sejarah lainya yang dapat Anda temui di museum-museum sejarah. Berikut ini adalah contoh sumber sejarah berupa visual:

Candi Prambanan

Candi Prambanan

2. Tulisan atau Dokumem

Peninggalan sejarah berbentuk tulisan ini dapat berupa tulisan-tulisan yang berisi mencatat peristiwa yang terjadi di masa lampau atau laporan-laporan berbentuk tulisan yang memuat fakta-fakta sejarah. Contoh dari sumber sejarah berbentuk tulisan ini adalah prasasti, surat perjanjian, arsip-arsip kerajaan atau keraton, atau dokumen-dokumen lain yang dapat dijadikan sumber sejarah. Berikut adalah contoh sumber sejarah berbentuk tulisan:

Teks Proklamasi

Teks Proklamasi

3. Lisan Atau Ungkapan

Sumber sejarah berikutnya adalah berbentuk lisan atau ungkapan yang berasal dari saksi atau pelaku sejarah sehingga dapat dipertanggujawabkan ungkapan cerita itu. Sumber sejarah berupa lisan ini dapat diperoleh dengan menanyakan langsung kepada pelaku atau saksi sejarah (wawancara), atau dari cerita turun temurun yang dapat dipertanggungjawabkan keaslianya. Contoh dari sumber sejarah ini adalah cerita atau ungkapan yang mengandung peristiwa masa lampau. Berarti, jika seseorang bercerita biografi pahlawan, itu adalah salah satu contoh sumber sejarah.

Jadi, jika ditarik kesimpulan, benda-benda sumber sejarah itu terdiri dari tiga macam yang berbentuk benda/visual, tulisan, lisan atau ungkapan. Dengan demikian, ketika seseorang hendak melakukan penelitian terkait dengan sejarah, maka harus menggunakan ketiga jenis benda yang telah disebutkan. Karena benda yang berbentuk visual, tulisan, dan lisan merupakan bukti adanya sejarah.

Pembagian Sumber Sejarah

Sumber sejarah ini secara umum dibagi menjadi dua, Pertama adalah sumber primer dan yang ke dua adalah sumber skunder. Pembagian sumber sejarah ini juga berdasarkan sifat sumber sejarah

1. Sumber Primer

Sumber primer ini adalah sumber sejarah yang berkaitan langsung dengan sejarah itu sendiri. Bisa dikatakan bahwa sumber sejarah yang primer ini adalah orang-orang yang melihat kejadian sejarah dengan mata kepala mereka sendiri tanpa pelantara. Atau orang-orang yang mendengar langsung dengan telinga mereka sendiri ketika peristiwa sejarah itu terjadi.

Dan yang paling primer lagi adalah sumber yang berasal dari pelaku atau tokoh sejarah itu sendiri. Karena pelaku sejarah ini adalah seseorang yang telah mengalami langsung peristiwa sejarah itu sendiri. Intinya, setiap orang yang berada ditempat kejadian peristiwa sejarah itu merupakan sumber primer.

Jika merujuk benda yang bukan manusia, maka benda-benda yang terlibat langsung dengan peristiwa sejarah juga termasuk sumber primer. Contoh sumber sejarah primer seperti, candi dan keraton dan sebagainya.

2. Sumber Skunder

Sumber skunder ini dapat dikatakan sebagai sumber yang kedua. Artinya, orang-orang yang melihat atau mendengar langsung dengan panca indra mereka sendiri dengan melalui pelantara benda lain seperti TV, radio, atau mereka yang mendengar cerita peristiwa sejarah melalui sumber primer.

Buku-Buku yang menulis tentang sejarah berdasarkan sumber-sumber primer juga termasuk sumber skunder. Karena melalui sumber primer peneliti menuangkan peristiwa sejarah melalui tulisan yang berbentuk buku.